Memberikan ulasan mengenai informasi perkembangan, potensi dan analisa perhitungan di industri jasa transporter di Indonesia
Rabu, 13 Juni 2012
Kebutuhan akan Distribusi Barang
Dari tahun ke tahun, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap perusahaan yang memproduksi barang atau yang sifatnya distributor maupun retail. Sekitar 13%-14% dari Gross Domestic Product di Indonesia di tahun 2012 sekitaran 852 Milyard USD *sumber CEIC, Perkiraan Mandiri Sekuritas* , Dimana hal ini menjadikan bisnis distribusi akan menjadi sangat menarik untuk di jalankan karena peluangnya cukup besar. Saat ini hanya baru terserap sekitar 5%-6% mayoritas adalah dari retail mart dan distributor produk.
Secara growthnya dapat diprediksikan akan selalu meningkat dari tahun ke tahun sekitar 1.25% - 1.50% tetap didominasi oleh industri retail yang berkembang pesat yang terbukti dengan tumbuhnya usaha retail dari luar negeri di Indonesia dan tidak kalah oleh retail dalam negeri atau bahkan dalam propinsi. Dari existing saja mereka melebarkan sayapnya dengan system franchisee hingga ke pelosok daerah tertentu, hal ini karena trend masyarakat yang berfikir praktis, bersih, cepat dalam bertransaksi produk ketimbang harus ke pasar tradisional yang sepertinya tidak begitu nyaman untuk dikunjungi. perusahaan distributor makanan ringan, obat-obatan, rokok dan lain sebagainya juga sebagai salah satu kontributor akan kebutuhan distribusi tersebut.
Selain kita melihat dua tipikal industri tersebut, industri menengah dan berat juga pasti akan membutuhkan jasa distribusi yang bahkan sifatnya ter-integrasi sehingga membentuk rantai distribusi pengiriman produk ke tempat yang dituju nantinya. kebutuhan tersebut bisa jadi meliputi transportasi darat, laut, udara kemudian warehousing untuk kemudian di distribusikan lebih lanjut ke titik-titik yang lebih kecil seperti agen, retail outlet hingga direct customer.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar