Untuk mengetahui karakteristik konsumen Indonesia saat ini penting untuk dipahami perubahan-perubahan tertentu yang telah terjadi selama beberapa dekade terakhir. Selama itu pula berkembang generasi konsumen yang berbeda dengan selera serta karakter bermacam-macam yang menentukan perilaku dalam membeli suatu produk tertentu dengan spesifik tertentu pula. Dari satu generasi ke generasi berikutnya mengalami suatu perubahan yang lebih banyak disebabkan oleh lingkungan luar seperti sosial budaya, ekonomi makro, politik, keamanan dan berbagai aspek lainnya yang ikut berperan. Jumlah generasi pertama di Indonesia jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan generasi berikutnya, hal ini karena penduduk Indonesia senantiasa berkembang dari waktu ke waktu yang kelak menciptakan generasi-generasi penerus penggantinya.
Generasi Mature ( Umur ≥ 62 Tahun)
Didominasi oleh konsumen yang hidup sebelum hingga tahun 1945 dimana kondisi ekonomi, sosial, politik sedang kacau. Generasi ini sering disebut juga dengan generasi pejuang kemerdekaan, sehingga kecenderungannya adalah mempertahankan hidup dalam keadaan susah untuk bisa makan. Ciri khas lain adalah sangat menjunjung tinggi nilai moral, adat istiadat dan masyarakatnya masih bersifat feodalis. Pengaruh kebudayaan yang berkembang adalah budaya eropa yang dibawa oleh Belanda seperti bahasa, musik klasik, gaya hidup ningrat dan aturan / hukum.
Situasi ini membentuk karakter yang keras, hemat, prihatin dan sangat teliti dalam memilih produk. Pasar masih sangat tradisional, karena kebutuhan hidup belum sebanyak saat ini, dimana fokus hanya untuk kebutuhan primer saja. Sistem jual beli tidak sepenuhnya dengan uang namun barter sangat marak pada waktu itu. Pendapatan tidak ada yang pasti, barang mewah dan kegiatan hiburan yang hanya dinikmati oleh sebagian kecil kelompok masyarakat yang beruntung.
Generasi Baby Boomer (Umur 42 – 61 Tahun)
Generasi ini hidup di tahun 1946 hingga 1964 sebagai pendobrak kebijakan ekonomi di Indonesia dimana pada saat itu ekonomi sangat labil dengan kebijakan selalu berubah membuat masyarakat menderita hingga timbul kesenjangan makin besar antara lapisan atas dengan rakyat kecil. Di sisi lain bangsa Indonesia mulai menata kondisi di sektor lain khususnya kondisi politik dan keamanan. Generasi ini adalah generasi determinasi yang merubah aturan dan kebijakan yang didominasi oleh hukum bangsa penjajah. Aspek sosio kultural terpengaruh oleh masuknya budaya barat, seperti musik rock’n’roll, kebebasan bergaul, heroik, bangga akan pendidikan dan berjiwa sosial tinggi.
Memiliki ciri khas masyarakat yang tidak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya namun lebih berpendidikan sehingga lebih kritis dalam pemilihan produk, tidak mudah puas dan selalu berdasarkan fakta yang ada. Kebutuhan primer masih merupakan fokus pada saat itu ketimbang kebutuhan sekunder dan tersier yang hanya dinikmati oleh para pejabat tertentu.
Generasi X (Umur 28 – 42 Tahun)
Berkembang pada tahun 1965 hingga 1979 dimana orde lama yang dipimpin oleh Ir. Soekarno digantikan orde baru yang dipimpin oleh Soeharto karena dipicu oleh peristiwa G30S/PKI. Era pembangunan mulai dicanangkan soeharto di berbagai sektoral dengan membuka seluas-luasnya investasi asing untuk mempercepat pembangunan. penambahan modal pembangunan dilakukan dengan pinjaman dana dari luar negeri. Hal ini sangat berpengaruh baik pada kondisi ekonomi, lapangan kerja semakin terbuka luas. Ciri khas masyarakat suka berinvestasi dengan menabung di bank, sangat bangga karena bekerja pada suatu perusahaan besar, tipikal pemimpin, senang bekerja sama, selalu mengembangkan diri dengan pelatihan dan pendidikan hingga muncul calon pemimpin baru yang kreatif, tidak terikat gender dan tumbuh jenis sosio-kultur baru yang paling mencolok adalah muncul berbagai jenis media cetak maupun elektronik yang menyebabkan pertukaran informasi lebih cepat.
Masyarakat dapat mencukupi kebutuhan hidupnya mulai dari kebutuhan primer hingga kebutuhan mewah. Hal ini diiringi dengan pasar mulai merebak di setiap daerah di Indonesia. mengutamakan keluarga dengan memenuhi kebutuhan pangan-sandang-papan, pencarian informasi di berbagai media cetak (koran-majalah-jurnal), bangga akan pendidikan tinggi, konsumen kreatif-fleksibel-demanding dan menyukai seseuatu atau ide yang baru. Generasi ini sudah mulai mengenal budaya konsumen ditandai tumbuhnya pasar retail modern seperti supermarket atau mini market modern di Indonesia.
Generasi ini hidup di tahun 1946 hingga 1964 sebagai pendobrak kebijakan ekonomi di Indonesia dimana pada saat itu ekonomi sangat labil dengan kebijakan selalu berubah membuat masyarakat menderita hingga timbul kesenjangan makin besar antara lapisan atas dengan rakyat kecil. Di sisi lain bangsa Indonesia mulai menata kondisi di sektor lain khususnya kondisi politik dan keamanan. Generasi ini adalah generasi determinasi yang merubah aturan dan kebijakan yang didominasi oleh hukum bangsa penjajah. Aspek sosio kultural terpengaruh oleh masuknya budaya barat, seperti musik rock’n’roll, kebebasan bergaul, heroik, bangga akan pendidikan dan berjiwa sosial tinggi.
Memiliki ciri khas masyarakat yang tidak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya namun lebih berpendidikan sehingga lebih kritis dalam pemilihan produk, tidak mudah puas dan selalu berdasarkan fakta yang ada. Kebutuhan primer masih merupakan fokus pada saat itu ketimbang kebutuhan sekunder dan tersier yang hanya dinikmati oleh para pejabat tertentu.
Generasi X (Umur 28 – 42 Tahun)
Berkembang pada tahun 1965 hingga 1979 dimana orde lama yang dipimpin oleh Ir. Soekarno digantikan orde baru yang dipimpin oleh Soeharto karena dipicu oleh peristiwa G30S/PKI. Era pembangunan mulai dicanangkan soeharto di berbagai sektoral dengan membuka seluas-luasnya investasi asing untuk mempercepat pembangunan. penambahan modal pembangunan dilakukan dengan pinjaman dana dari luar negeri. Hal ini sangat berpengaruh baik pada kondisi ekonomi, lapangan kerja semakin terbuka luas. Ciri khas masyarakat suka berinvestasi dengan menabung di bank, sangat bangga karena bekerja pada suatu perusahaan besar, tipikal pemimpin, senang bekerja sama, selalu mengembangkan diri dengan pelatihan dan pendidikan hingga muncul calon pemimpin baru yang kreatif, tidak terikat gender dan tumbuh jenis sosio-kultur baru yang paling mencolok adalah muncul berbagai jenis media cetak maupun elektronik yang menyebabkan pertukaran informasi lebih cepat.
Masyarakat dapat mencukupi kebutuhan hidupnya mulai dari kebutuhan primer hingga kebutuhan mewah. Hal ini diiringi dengan pasar mulai merebak di setiap daerah di Indonesia. mengutamakan keluarga dengan memenuhi kebutuhan pangan-sandang-papan, pencarian informasi di berbagai media cetak (koran-majalah-jurnal), bangga akan pendidikan tinggi, konsumen kreatif-fleksibel-demanding dan menyukai seseuatu atau ide yang baru. Generasi ini sudah mulai mengenal budaya konsumen ditandai tumbuhnya pasar retail modern seperti supermarket atau mini market modern di Indonesia.
Generasi Y (Umur 13 – 27 Tahun)
Generasi ini hidup di tahun 1980 sampai dengan 1994 memiliki ciri khas sangat menyukai kesibukan dimana sebagian besar waktunya digunakan untuk melakukan seseuatu yang disukai, berkembang dengan belajar langsung dari lapangan, senang bersosialisasi / saling membantu, tidak mudah puas, informasi kebanyakan didapat dari internet karena lebih cepat serta efisien,...
Kebutuhan semakin banyak tersegmentasi-spesifik, mulai mengedepankan gaya hidup sebagai salah satu kebutuhan, ingin tampil berbeda, kebarat-baratan, mayoritas senang memamerkan kelebihannya dan cenderung boros. Berkembangnya pasar retail dengan modal menengah, menggerus warung dan toko kecil yang tidak cukup modal hingga terbentuk pola berbelanja
menyukai kebebasan dalam bertindak dan tidak ingin terkekang, sensitif dengan isu global baik dalam maupun luar negeri, Generasi ini merupakan pencetus dari ide-ide alternatif baru yang lebih segar dan sebagai motor penggerak perkembangan informasi tanpa batas dari segala media khususnya internet kabel maupun non-kabel. Pelaku bisnis selalu mengandalkan informasi terbaru dan seakurat mungkin untuk menjalankan operasinya di supermarket dan mini market atau toko-toko yang besar karena dianggap dapat memenuhi kebutuhan konsumen (lebih lengkap).
Generasi ini hidup di tahun 1980 sampai dengan 1994 memiliki ciri khas sangat menyukai kesibukan dimana sebagian besar waktunya digunakan untuk melakukan seseuatu yang disukai, berkembang dengan belajar langsung dari lapangan, senang bersosialisasi / saling membantu, tidak mudah puas, informasi kebanyakan didapat dari internet karena lebih cepat serta efisien,...
Kebutuhan semakin banyak tersegmentasi-spesifik, mulai mengedepankan gaya hidup sebagai salah satu kebutuhan, ingin tampil berbeda, kebarat-baratan, mayoritas senang memamerkan kelebihannya dan cenderung boros. Berkembangnya pasar retail dengan modal menengah, menggerus warung dan toko kecil yang tidak cukup modal hingga terbentuk pola berbelanja
menyukai kebebasan dalam bertindak dan tidak ingin terkekang, sensitif dengan isu global baik dalam maupun luar negeri, Generasi ini merupakan pencetus dari ide-ide alternatif baru yang lebih segar dan sebagai motor penggerak perkembangan informasi tanpa batas dari segala media khususnya internet kabel maupun non-kabel. Pelaku bisnis selalu mengandalkan informasi terbaru dan seakurat mungkin untuk menjalankan operasinya di supermarket dan mini market atau toko-toko yang besar karena dianggap dapat memenuhi kebutuhan konsumen (lebih lengkap).
Generasi Z (Umur 0 – 12 Tahun)
Generasi ini hidup di tahun 1994 hingga sekarang yang dimulai dengan tumbuhnya demokrasi di segala bidang seiring dengan jatuhnya kekuasaan Soeharto di tahun 1998. Kebebasan untuk mengutarakan pendapat, bertindak, bersosialisasi tidak dapat dibatasi yang didukung dengan kemajuan teknologi canggih yang semakin pesat, pertukaran informasi jauh lebih hebat, cepat dan murah dibandingkan pada era sebelumnya. Hal ini membuat masyarakat harus bergerak sangat cepat jika tidak ingin kalah dalam persaingan global. Sistem informasi yang terintegrasi melalui jaringan tidak dapat dielakkan sehingga kaum muda banyak yang memilih profesi di bidang ini karena prospek kedepannya sangat menjanjikan.
Pasar retail modern seperti indomaret, alfamart, superindo berkembang pesat hingga daerah terpencil. Perkembangan pasar juga semakin cepat dan tersegmentasi, iklan usaha tidak hanya dengan media koran, tv, radio ataupun flyers tetapi semakin marak menggunakan internet hingga proses transaksi jual beli barang ataupun jasa bahkan rekrutmen tenaga kerja dilakukan dengan internet. Pembayaran untuk suatu transaksi tertentu sudah menggunakan kredit card, debit card atau transfer melalui bank tanpa repot membawa uang tunai.
Generasi ini hidup di tahun 1994 hingga sekarang yang dimulai dengan tumbuhnya demokrasi di segala bidang seiring dengan jatuhnya kekuasaan Soeharto di tahun 1998. Kebebasan untuk mengutarakan pendapat, bertindak, bersosialisasi tidak dapat dibatasi yang didukung dengan kemajuan teknologi canggih yang semakin pesat, pertukaran informasi jauh lebih hebat, cepat dan murah dibandingkan pada era sebelumnya. Hal ini membuat masyarakat harus bergerak sangat cepat jika tidak ingin kalah dalam persaingan global. Sistem informasi yang terintegrasi melalui jaringan tidak dapat dielakkan sehingga kaum muda banyak yang memilih profesi di bidang ini karena prospek kedepannya sangat menjanjikan.
Pasar retail modern seperti indomaret, alfamart, superindo berkembang pesat hingga daerah terpencil. Perkembangan pasar juga semakin cepat dan tersegmentasi, iklan usaha tidak hanya dengan media koran, tv, radio ataupun flyers tetapi semakin marak menggunakan internet hingga proses transaksi jual beli barang ataupun jasa bahkan rekrutmen tenaga kerja dilakukan dengan internet. Pembayaran untuk suatu transaksi tertentu sudah menggunakan kredit card, debit card atau transfer melalui bank tanpa repot membawa uang tunai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar